Home » » Doa Memohon Ketetapan Hati dalam Keimanan dan Memohon Rahmat Allah

Doa Memohon Ketetapan Hati dalam Keimanan dan Memohon Rahmat Allah

Ketetapan hati dalam keadaan beriman dan taat kepada Allah adalah nikmat yang besar. Bila ditambah dengan kata lain yang masih berada dalam ruang lingkup iman yaitu hidayah dan rahmat maka keadaannya sangat luar biasa. Dan sebagai seorang yang tahu manfaatnya pantas bila kita berdoa memohon semuanya.

Salah satu (dari sekian banyak) doa yang diajarkan Al-Qur'an untuk memohon keimanan dan ketaatan dalam hati serta meminta diberikan rahmat adalah seperti yang ada dalam Surat Ali-'Imran, berikut ini:

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ


Artinya:

Wahai Tuhan kami, janganlah engkau sesatkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk. Dan berikanlah rahmat dari sisi-Mu kepada kami. Sesungguhnya Engkau benar-benar Tuhan yang Maha Pemberi anugerah.

Ada beberapa hal yang bisa disampaikan untuk ayat yang mengandung doa ini. Setidaknya kesan kami terhadap kedalaman makna yang kami cermati. Namun ini bukan tafsir karena kami bukanlah ahlinya. Hanya saja kami terkagum-kagum dan sangat gemar membacanya.

Pertama,
Ayat ini mengajarkan kerendahan hati, kekhusuan, ketundukan, dan kepasrahan kepada Allah. Sekarang, mungkin, kita telah mengenal Allah SWT sebagai Tuhan yang maha kuasa dan pemilik seluruh sifat dan nama-nama yang indah dan sempurna. Namun itu semua tidak dan belum cukup untuk menggambarkan siapa dirinya. Kita mengenal-Nya hanya mengikuti penjelasan yang diperbolehkan dalam firman-Nya. Walau pun begitu terang penjelasannya namun sering kali sifat-sifat itu tergambar dalam hati menjauh dari kesempurnaannya.

Kedua,
Ayat ini mengajarkan kepasrahan dan permintaan tolong kepada Allah akan kelemahan kita membentengi hati dari keburukan, penyakit, dan maksiat. Dalam ayat ini kita sadar bahwa diri ini bisa saja menjauh dari hidayah bahkan bisa jadi kita merasa dapat hidayah padahal tidak. Maka dalam doa yang ada dalam ayat yang mulia ini kita tetap harus berpegang teguh hanya kepada Allah agar Ia tetap memberikan tambahan hidayah setelah kita mendapatkan hidayah iman dan hidayah-hidayah lainnya.

Ketiga,
Ayat ini mengajarkan bahwa kita harus meminta kasih sayangnya Allah sebagai bentuk ibadah utama dan tambahan kebaikan. Allah adalah Tuhan yang memberikan banyak hal sebelum kita meminta. Maka ia tidak akan bakhil dan akan bertambah cinta kepada orang yang minta dikasihi-Nya.

Itulah kesan kami terhadap ayat yang mulia ini. Mohon maafkan kami apabila dalam kesan-kesan ini banyak sekali kekelirian. Mohon diingatkan bila kami salah dengan peringatan yang lemah lembut. Karena kebaikan yang disampaikan dengan kebijaksanaan akan bertambah manfaatnya.


Ya Allah ... Kasihilah orang ini dan kaum muslimin ... Amn

0 komentar:

Post a Comment