Home » » INILAH DOA KELUAR RUMAH YANG DIAJARKAN RAULULLAH SAW

INILAH DOA KELUAR RUMAH YANG DIAJARKAN RAULULLAH SAW

Do’a dan Dzikir 24 Jam – Sepanjang hidupnya manusia selalu bergantung kepada kebaikan dari Allah. Semua yang ada pada dirinya adalah milik Allah. Karunia ini adalah bekal yang besar dan modal yang harus digunakan dengan baik.

Dengan ini hidup yang dijalani manusia tidak boleh lepas dari doa. Ia tahu bahwa Tuhan adalah penciptan dan yang mengurus segalanya. Ia bukanlah tuhan yang membiarkan ala mini bekerja sendiri bagaikan mesin dan ia pergi membiarkannya. Bahkan Allah selalu mengawasinya anpa lelah, mengantuk, dan tanpa tidur sama sekali.

Adapun doa yang dianjurkan untuk dibaca dalah doa-doa yang diajarkan-Nya dan diajarkan kepada para rasul-Nya. Semua doa berate tasbih dan tahmid serta takbir kepada-Nya. Bahkan saat berdoa pun pada hakikatnya ada penetapan akan kesucian dan kekayaan hanya untuk-Nya. Dan menetapkan sifat kurang dan fakir untuk makhluk-Nya.

Baca Juga:

الصورة من: أملي الجنة


 


Maka dengan ini bila berbuat jangan sekenanya tapa berdoa. Bila berjalan jangan sejalan-jalannya tanpa berdoa. Bila keluar untuk bekerja jangan polos tanpa doa. Karena doa adalah harapan kita kepada Allah SWT.

Inilah catatan tentang doa saat keluar rumah yang diajarkan Rasulullah SAW berikut haditsnya;

روينا عن أُمّ سلمة رضي الله عنها، واسمها هند، أن النبي -صلى الله عليه- وسلم كانَ إذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ، قالَ: "باسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ على اللَّهِ، اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بِكَ أنْ أَضِل أَوْ أُضَل، أوْ أَزِل أَوْ أُزَل، أَوْ أَظلِم أَوْ أُظْلَم، أوْ أَجْهَل أَوْ يُجْهَلَ عليَّ

Kami (Imam Nawawi) meriwayatkan hadits dari Ummu Salama Radiallahu’anha, dan namanya adalah Hindun, bahwa apabila rasulullah SAW hendak leluar dari kediamannya beliau membaca doa, “Bismillaahi tawakkaltu ‘alallaahi, Allaaahummaa innii a-‘uudzubika an adhilla au udhalla, au azilla au uzalla, au azhlima au uzhlama, au ajhala au yujhala ‘alayya"


Doa ini berarti
Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Duhai Allah aku berlindung kepada-Mu dari melakukan kesesatan atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, atu berbuat zhalim atau dizhalimi, atau berbuat bodoh atau dibodohi.
Inilah doa yang sangat istimewa yang meliputi banyak sekali kebaikan. Bila kita membuat perincian maka bisa kita sebutkan kesan-kesannya seperti ini;

Pertama,
Perbuatan yang akan kita lakukan di luar rumah adalah perbuatan baik yang diridhai Allah. Jadi sejak di rumah niat harus lurus untuk berbuat baik kepadaAllah. Maka bila tidak tidak ungkapan “Bismillaah” menjadi tidak pas. Kita membawa “nama Allah” dalam stiap perbuatan kita. Konsekwensinya adalah perbuatan kita harus baik. Karena Allah hanya menerima kebaikan dan menolak keburukan.

Kedua,
Keluarnya kita dari rumah adalah bukti tawakal kita kepada Allah SWT. Ini adalah tanda bahwa kita punya hati yang berbaik sangka atas rahmat Allah SWT yang luas. Kita bekerja di luar rumah atau melakukan apapun yang baik tidak mengurangi arti tawakal kepada Allah SWT. Dan tanda orang bertawakal adalah tidak mengandalkan pekerjaannya. Ia tekun bekerja dengan dedikasi tinggi semata-mata karena perintah dari Tuhan-Nya. Ini kesan kami terhadap kaliamt “tawakkaltu ‘alallaah”.

Ketiga,
Di luaran rumah itu kita tidak ingin tersesat jauh dari jalan Allah SWT. Kita tidak ingin melakukan kesesatan sama sekali dan kita pun tidak ingin disesatkan oleh pihak lain baik kita sadar ataupun tidak menyadari. Ini kesan kami terhadap kalimat “an adhilla au udhalla”.

Keempat,
Di luar rumah kita berlindung kepada Allah dari tergelincir atau tersandung baik secara fisik ataupun non fisik. Dan tergelincirnya hati menuju keburukan itu lebih mengkhawatirkan. Ketergelinciran fisik pun kita tidak menginginkan. Begitu pula kita tidak ingin menggelincirkan orang lain. Ini kesan dari “au azilla au uzalla”.

Kelima,
Di luar rumah kita tidak ingin berbuat aniaya bagi diri sendiri atau menganiayaya orang lain. Sejak awal diniatkan bahwa tangan, kaki, mata, telinga, dan tentu hati dan pikiran akan selalu focus pada kebaikan. Ini kesan dari “au azhlima au uzhlama”.

Keenam
Tanpa rahmat Allah SWT kita tidak mengetahu apa-apa, ada sedikit ilmu yang diberikan Allah namun itu sama sekali belum cukup. Jangankan untuk memngetahui diri dan hati orang lain bahkan untuk mengetahui diri kita terkadang tidak sanggup, kita membutuhkan cermin dan orang yang menunjukkan dan membimbig. Ini kesan dari kalimat “au ajhal au yujhala ‘alayya”.

Hanya sedikit ini kesan kami akan doa yang mulia ini. Semoga Allah memberikan tambahan ilmu kepada kita semua. Amin Ya Allah ya Rabbal ‘alamiin.

0 komentar:

Post a Comment