Home » , » DOA NABI YA’QUB MENGADUKAN KESEDIHAN KEPADA ALLAH SWT

DOA NABI YA’QUB MENGADUKAN KESEDIHAN KEPADA ALLAH SWT


Dzikir dan Do’a 24 Jam – Semoga Allah SWT menyembuhkan anda yang lagi sakit. Dan meningkatkan kebugaran anda yang sehat. Sehat dan sakit adalah situasi yang harus kita maknai dengan baik. Jangan sampai kita kehlangan kesempatan kasih sayangnya bagaimanapun keadaannya,
Membaca kisah para nabi dan orang-orang soleh menguatkan gairah keimanan dan perjuangan kita. Motivasi kuat timbul membuncah setelah menangis haru dan bangga sesaat setelah merenungi kisah-kisah itu. Kesedihan kita tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kesedihan yang mereka rasakan.

Mungkin ada perbedaan kwalitas antara kita dan orang-orang soleh itu. Mereka bagikan langit tinggi sementara kita – khususnya yang menulis catatan ini – bagaikan ada di dasar bumi. Sungguh jauh sekali jaraknya. Namun semoga Allah SWT mempertemukan kita dan mereka dengan wasilah kecintaan kita terhadap mereka.
DOA NABI YA’QUB MENGADUKAN KESEDIHAN KEPADA ALLAH SWT
DOA NABI YA’QUB MENGADUKAN KESEDIHAN KEPADA ALLAH SWT

Ucapan terima kasih kepada seorang kawan  yang memposting kata-kata mutiara tentang ini.
أملي الجنة menulis dalam accountnya;


Di antara Nabi yang diceritakan Allah SWT adalah Nabi Ya’qub alaihissalam. Beiau adalah ayahanda dari Nabi Yusuf alaihissalam. Cerita hidupnya mengharu-biru seindah rangkaian kisah anaknya. Dalam al-Qur’an kita membaca kisahnya dari awal hingga akhir dengan sangat apik.
Inilah pernyataan Nabi Ya’qub dalam surat Yusuf;
إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Innamaa Asykuu batssii wahuznii ilallaahi wa-a’lamu minallaahi maa laa ta’lamuun.
Aku hanya mengadukan kegelisahan dan kesedihanku kepada Allah saja. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tidak ketahui.
Kita boleh menjadikannya sebagai doa yang sekaligus menguatkan iman kita dengan membaca kalimat ini;
إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ
Sebagaimanayang diketahui bahwa Nabi Ya’qub mengalami peristiwa beruntun yang membuatnya sedih. Ia sedih bila jauh dari Yusuf, ia bersedih saat mendapat berita bahwa Yusuf mati diterkam serigala, Ia sedih saat harus melepas saudara Yusup ke kota, ia sedih saat mendapat berita bahwa saudara Yusuf tertangkap karena dituduh mencuri. Sungguh kesedihan yang beruntu. Dan ia sangat sedih dengan anak-anaknya yang durhaka kepadanya dengan berani berbohong.
Dalam Surat Yusuf Allah SWT mengabadikan pernyataan-pernyataan Nabi Ya’qub yang bertenaga. Akan kami ketengahkan sebagian di antaranya;
فَصَبْرٌ جَمِيلٌ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ
Nabi ya’qub menyatakan bahwa kesabaran itu indah, dan hanya Allah yang bisa dimintai pertolongan. Ini ada dalam Surat Yusuf ayat ke 18.
فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Pernyataan ini ada dalam Surat Yusuf ayat ke 64. Nabi ya’qub telah menyatakan bahwa hanya Allah yang mampu menjaga, dan Dialah Tuhan yang Maha Penyayang.
اللَّهُ عَلَى مَا نَقُولُ وَكِيلٌ
Pernyataan ini adalah pernyataan Nabi Ya’qub saat mendengar pengajuan alas an dari anak-anaknya agar ia mengizinkan membawa saudara Yusuf ke kota. Ini ada dalam Surat Yusuf Ayat 66.
إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ
Pernyataan nabi Ya’qub ini ada dalam Surat Yusuf ayat 67. Ia menyatakan bahwa yang berhak menghukumi dengan adil adalah hanya Allah SWT, hanya kepadanya kita harus bertawakal seperti mereka yang bertawakal kepada-Nya.
فَصَبْرٌ جَمِيلٌ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيم
Ini adalah pernyataan nabi Ya’qub setelah saudara Nabi Yusuf tertangkap karena dituduh mencuri. Nabi Ya’qub menyatakan bahwa kesabaran itu baik, dan ia berdo’a agar kiranya Allah SWT berkenan mengumpulkan mereka kembali.
Dan di ayat 86 Surat yusuf ia (Nabi Ya’qub) berdoa dengan doa ini;
إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Dalam ayat-ayat Al-Qur’an kita boleh berdoa dengan menggunakan redaksi berita bukan perintah. Seperti kita membaca Doa Nabi Musa yang mengabarkan bahwa ia sangat butuh kepada kebaikan yang diturunkan allah SWT. Ini doa yang tidak seperti doa padahal itu doa karena menggunakan redaksi menginformasikan sesuatu. Dan kita juga faham bahwa Allah SWT adalah Dzat yang Maha Mengetahui ia tidak perlu diberi tahu lagi. Kita berdoa bukan untuk pidato menuntut dan member tahu keadaan kita namun ia adalah saatnya bersua dengan Yang dirindukan.

Wallahu a’lamu.


0 komentar:

Post a Comment