Home » » APAKAH ANDA YAKIN DENGAN BERWUDU BISA PUNYA RUMAH BESAR?

APAKAH ANDA YAKIN DENGAN BERWUDU BISA PUNYA RUMAH BESAR?

APAKAH ANDA YAKIN DENGAN BEWUDU BISA PUNYA RUMAH BESAR? - Kalau sudah membicarakan pahala biasanya pandangan menjadi fokus dan perhatian lebih terpusat. Tandanya adalah bila tentang pahala itu diperbincangkan maka pendengaran dan hati semakin dipertajam. Dan bila pahala dijelaskan lewat buku bacaan maka mata segera memfokuskan lensanya.

Banyak yang berkata, "soal pahala jangan terlalu banyak dibicarakan.!" Kita bertanya, "terus kenapa tidak boleh?" Di jawab, "Karena itu akan menurunkan kwalitas ibadah." Ditanyakan lagi, "Maksudnya bagaimana?" ia menjawab, "Bila ibadah dibarengi dengan mengejar pahala berarti ibadahnya belum murni karena Allah."

Percakapan imaginer itu sebenarnya fakta dan ada dalam kehidupan nyata. Namun bukan mengada-ada bahwa Allah swt. dan kemudian Rasul-Nya menjelaskan bahwa ibadah itu semuanya berpahala. Sedangkan maksiat semuanya akan dibalas setimpal.

APAKAH ANDA YAKIN DENGAN BEWUDU BISA PUNYA RUMAH BESAR?
Inti Ibadah adalah do'a

Sekarang kita beralih ke pertanyaan yang ada di judul tulisan ini, APAKAH ANDA YAKIN DENGAN BEWUDU BISA PUNYA RUMAH BESAR? Bagaiman dengan pertanyaan ini. Bila anda yakin maka berbahagialah. Karena keyakinan anda akan mengantarkan anda untuk berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkannya dengan selalu memohon petunjuk-Nya.

Dan bila belum maka tugas anda dan kita untuk selalu meyakinkan. Secara global kita tahu dan meyakini bahwa Allah tidak akan menyalahi janjinya. Dan kita juga sangat tahu bahwa bila Allah swt memberi pahala selalu berlipat. Ia yang memberikan kita modal dan potensi, ia pula yang memberikan balasan baik ang berganda. Bagaimana kita berterima kasih atas ni'mat Allah swt yang begitu tidak terhitung banyaknya ini.

Bila kepada kita ada yang memberikan modal usaha lalu kita menjalankan usaha yang kita yakini akan memberikan keuntungan. Dan ternyata setelah untung ketika modal dan laba akan kita laporkan kepada dia, ternyata dia malah memberikan semuanya kepada kita ditambah dengan bonus atas prestasi kita. Bonusnya berkali lipat dari laba usaha yang kita dapatkan. Bagaiman sikap kita kepada orang yang sebaik itu? 

Setelah Berwudu ada satu do'a yang diajarkan Rasulullah saw. disamping do'a do'a wudu lainnya. Do'a ini sangat menggembirakan hati bila direnungkan maknanya. Ia mengandung tiga permintaan di dalamnya. Inilah do'a yang dimaksud;

اَللهُمَّ اغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ وَوَسِّعْ لِيْ فِيْ دَارِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْ رِزْقِيْ
Allahummaghfirlii dzambii, wawassi'lii fii daarii, wabaariklii fii rizkii

Ya Allah, ampunilah dosaku, luaskanlah tempat tinggalku, dan berkatilah rizkiku.

  Redaksi ini paling tidak mengajarkan kita tiga hal, Pertama bila berdo'a maka adabnya adalah harus mengakui dulu kesalahan, kelemahan, kecorobohan, keterbatasan, kebodohan, kezaliman, dan keburukan diri sendiri. Begitula yang diajarkan Allah swt. dan yang dilakukan oleh para nabi dan orang-orang soleh ketika mereka berdo'a. Mengakui kelemahan dan banyaknya dosa berarti juga mengagungkan Allah swt yang memiliki sifat kesempurnaan dan tidak ada pada-Nya kekuarangan sedikit pun. Dengan demikian mengawali do'a dengan ini sama dengan baiknya do'a yang langsung menyebut nama-namanya yang indah dan sifat-sifatnya yang sempurna atau perbuatan-perbuatan-Nya yang selalu benar.

Kedua, kita mengetahui bahwa do'a ini dibaca setelah wudu. Bagi saya paling tidak mengisyaratkan bahwa waktu yang baik untuk berdo'a, yang terbentang luas, bisa kapan saja dan di mana saja, adalah berdo'a setelah melakukan amal shalih. Kesan ini adalah karena banyak do'a yang dipanjatkan para Nabi setelah mereka menyelesaikan amal. Misalnya stelah Nabi Ibrahim dan puteranya yang soleh menyelesaikan pembinaan 'al-qawaa-id beliau berdo'a, "Wahai tuhan kami, terimalah ini dari kami, sesungguhnya Engkau yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."  Dan baginda Rasulullah saw. pun mengajarkan do'a-do'a setelah melakukan aktifitas-aktifitas. Seperti do'a setelah shalat fardu, do'a setelah shalat shubuh, dan banyak lagi yang lain.

Yang ketiga adalah di setiap saat kita harus selalu menghubungkan hati kepada Allah swt.. Maka kita tidak boleh tinggal diam. Hati kita harus selalu terpaut pada-Nya. Karena inti dari berdo'a adalah ingat selalu pada Allah dan segala hal yang berkaitan dengan-Nya. Tidak ada waktu untuk diam. Bila bibirmu diperintahkan Nabi saw. untuk selalu basah dengan dzikir maka hati dan perbuatan kita pun harus terus berharap akan kebaikan-Nya selalu menghjani kita samapi basah kuyup.

Kembali kepada do'a Rasulullah Setelah Wudu tadi ada tiga yang diminta. Pertama meminta agar dosa diampuni. Ini adalah ajaran agung dari Allah swt.. Bahkan dulu lafadz untuk minta ampunan Allah swt Nabi Adam mendapatkannya dari Allah swt.. Permintaan pengampunan dosa ini begitu besar manfaat dan keutamaannya. Seseorang yang datang mengakui kesalahannya dan ia berniat tidak akan mengulanginya lagi maka perbuatan itu akan membuat Allah menyayanginya. Bila Allah swt sayang kepada orang yang bertaubat maka permintaannya akan dikabulkan.

Yang kedua, permintaan untuk dilapangkan tempat tinggal. Penggalan kalimat inilah yang menjadi inspirasi judul ini. Siapapun yang punya keinginan memiliki tempat tinggal yang luas maka banyak-banyak lah berwudhu dan setelahnya baca do'a ini. Yakin lah kepada Allah swt.

Di bagian kedua ini, kata luaskanlah ini paling tidak ada dua kesan yang ada padanya. Pertama tempat tinggal itu memang benar-benar luas dari sisi ukuran, bentuk, dan penampilan.Yang kedua luas dalam arti bahwa rumah itu penuh dengan kebahagiaan. Kebahagiaan inilah yang meluaskan hati penghuninya.

Selanjutnya kata daari yang diterjemahan tempat tinggal juga menimbulkan kesan. Kesan pertama adalah berupa rumah. Dan kesan kedua berupa kampung, desa, kota, atau negara. Maka perluasan rumah merupakan kebahagiaan tersendiri bagi seseorang. Rasulullah saw. juga pernah mengatakan seperti ini. Dan luasnya negara juga merupakan kebaikan bila itu selalu dibimbing oleh Allh swt., Namun bila tidak, maka ceritanya akan berbeda.

Selanjutnya bagian ketiga. Do'a ini memohon keberkahan pada rizki yang Allah swt berikan kepada kita. Barakah ini kata yang sangat disukai banyak orang. Keberkahan ini adalah milik Allah swt dan kita harus pula memohon agar keberkahan selalu membersamai kehidupan kita. 

Betapa indahnya املي الجنة mencatat tentang keberkahan dalam postingan beliau di salah satu media sosial. Silahkan cermati kata-kata mutiara yang beliau posting berikut ini;

APAKAH ANDA YAKIN DENGAN BEWUDU BISA PUNYA RUMAH BESAR?
أملي الجنة: Tentang Keberkahan
Dalam gambar ini dijelaskan bahwa Keberkahan Allah swt yang diberikan kepada orang-orang yang dicintai-Nya merupakan sebagian dari tentara-tentara-Nya. Apabila keberkahan itu menempati harta maka ia akan menjadikan harta itu banyak, bila berada pada anak maka akan membuat ia baik, bila ada dalam badan maka akan menguatkannya, dan bila ada dalam hati maka akan membuatnya bahagia. Untuk menggambarkan keberkahan maka tidak akan cukup dituliskan dalam satu halaman buku saja. Begitulah, seperti saudara Salim A. Fillah menuliskannya dalam buku yang besar dan tebal. Kami sangat merekomendasikan untuk membacanya.

Begitulah curahan hati kami atas kesan indah terhadap do'a dari kekasih kita yang tercinta yakni Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam. Bila anda ingin diampuni, punya tempat tinggal luas, dan rizkinya diberkahi maka berdo'alah dengan do'a setelah wudu ini. Rajin-rajin lah berwudu sebagai amalan sunah dan riadoh.

0 komentar:

Post a Comment