Home » » Doa Mandi Wajib Wanita Setelah Bersetubuh

Doa Mandi Wajib Wanita Setelah Bersetubuh

Sebelum melangkah lebih jauh membicarakan tentang doa mandi wajib wanita setelah bersetubuh alangkah baiknya bila kita kembali mengulang pelajaran mengenai mandi wajib.

Islam telah mensyariatkan kepada kaum muslimin untuk mandi wajib setelah bersetubuh. Setelah bersetubuh maka yang melakukannya sedang berada dalam kondisi berhadats besar. Apa itu hadats besar? Hadats besar adalah kondisi atau sesuatu yang menuntut untuk melakukan mandi wajib.

Doa Mandi Wajib Wanita Setelah Bersetubuh
Niat Mandi Wajib

Yang termasuk hadats besar hingga harus melakukan mandi wajib di antaranya adalah keluar mani, bersetubuh, haid, nifas, melahirkan, dan mati. Itu semua wajib mandi besar. Makanya orang yang meninggal dunia harus dimandikan oleh yang masih hidup.

Adapun Cara Mandi Wajib Wanita Setelah Bersetubuh adalah pertama berniat untuk mandi wajib, terus meratakan air ke seluruh badan jangan ada yang terlewat sampai area yang tersembunyi, dan bila ada najis harus segera dihilangkan.

Di sunnahkan saat mandi wajib untuk mengawalinya dengan membaca basmalah, terus berwudlu dahulu, membasuh badan tiga kali, mendahulukan membasuh anggota badan bagian kanan, kemudian kontinuitas dalam mandinya.

Bagi orang yang junub karena bersetubuh maka ada larangan agama untuk melakukan shalat, thawaf, memegang Al-Qur'an, membawa Al-Qur'an, dan haram diam di dalam masjid.

Sedangkan yang haid atau nifas maka terlarang untuk melakukan shalat, thawaf, memegang Al-Qur'an, membawa Al-Qur'an, dan haram diam di dalam masjid, haram diceraikan, haram bersetubuh, bercumbu, dan lewat ke dalam masjid bila dikhawatirkan akan ada darah yang menetes mengotori masjid.

Hadits Tentang Do'a Mandi

Di dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi terdapat keterangan mengenai bacaan yang bisa dibaca saat hendak mandi.

يستحبّ للمغتسل أن يقول جميع ما ذكرناه في المتوضئ من التسمية وغيرها، ولا فرق في ذلك بين الجُنب والحائض وغيرهما، وقال بعض أصحابنا: إن كان جُنُباً أو حائضاً لم يأتِ بالتسمية، والمشهور أنها مستحبّة لهما كغيرهما، لكنهما لا يجوز لهما أن يقصدا  بها القرآن
Artinya;
Bagi yang mandi disunahkan untuk membaca semua yang ada dalam bab berwudhu seperti membaca basmalah dan yang lainnya. dan tidak ada bedanya bacaan-bacaan tersebut bagi yang junub, haid, dan selain keduanya. Sahabat-sahabat kami mengatakan bahwa kalau ia junub atau haid maka tidak membaca basmalah. Pendapat yang masyhur adalah sunah membaca basmalah bagi yang junub atau haid seperti sunah membaca basmalah bagi selain keduanya, akan tetapi mereka yang junub dan haid tidak boleh meniatkan membaca Al-Qur'an.

dari keterangan di atas maka kami akan mencantumkan beberapa do'a sesuai hadits yang sunah dibaca  ketika berwudhu. Ini dia;

Pertama 
Membaca basmalah dengan lafadz
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحيمِ 

atau
بِسْمِ اللَّهِ
Imam Nawawi menerangkan dalam kitabnya Al-Adzkar:
يُستحبّ أن يقول في أوّله: " بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحيمِ " وإن قالَ " بِسْمِ اللَّهِ " كفى
Disunahkan membaca   بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحيمِ dan bila ia membaca
بِسْمِ اللَّهِ maka itu sudah cukup.

Kedua
Membaca Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu warasuuluh. Ini selengkapnya;
أشهدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ اللَّه وحدَه لا شريكَ له، وأشهدُ أنَّ محمدا عبدُهُ ورسوله
Imam Nawawi menerangkan dalam kitabnya Al-Adzkar:
 قال المصنف رحمه الله: قال بعض أصحابنا، وهو الشيخ أبو الفتح نصر المقدسي الزاهد: يستحب للمتوضئ أن يقولَ في ابتداء وضوئه بعد التسمية: أشهدُ أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهدُ أنَّ محمداً عبدُهُ ورسولُه وهذا الذي قاله لا بأس به، إلا أَنَّهُ لا أصل له من جهة السنة، ولا نعلم أحداً من أصحابنا وغيرهم قال به، والله أعلم
 Penyusun mengatakan; sebagaian sahabat kami - yaitu Asyaikh Abu Al-Fath Nasr Al-Maqdisi Az-Zahid mengatakan: Disunnahkan bagi yang akan berwudhu setelah basmalah ketika ia hendak memulai untuk membaca; أشهدُ أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهدُ أنَّ محمداً عبدُهُ  ورسولُه dan inilah yang dikatakan olehnya: tidak apa-apa dengan do'a ini, hanya saja do'a ini tidak ada asalnya dari sunnah, dan kami tidak tahu ada seorang pun yang mengatakan hal itu di antara sahabat-sahabat kami dan yang lainnya. Wallahu a'lamu.

Ketiga
Membaca do'a ini;
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَوَّابِينَ، واجْعَلْني مِنَ المُتَطَهِّرِينَ
Ya Allah jadikan lah aku termasuk golongan orang-orang yang bertaubat, dan jadikan lah aku termasuk golongan orang-orang yang menyucikan diri.
Keempat
membaca do'a ini; 
سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ، أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ
Maha suci Engkau ya Allah dengan memuji-Mu, Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.

Kelima
Membaca shalawat;
 للهمَّ صلِّ على محمدٍ وعلى آلِ محمد
 Ya Allah limpahkan lah pujian dan pengagungan kepada Nabi Muhammad saw dan keluarga Muhammad saw.
Mengenai membaca Shalawat Imam Nawawi menerangkan:
ويقول مع هذه الأذكار: اللهمَّ صلِّ على محمدٍ وعلى آلِ محمدٍ، ويضمّ إليه: وسلم
 Dan semua do'a di atas dibaca disertai dengan shalawat: اللهمَّ صلِّ على محمدٍ وعلى آلِ محمدٍ dan disertai juga dengan membaca salam kepad Nabi Muhammad saw.

Keenam
Membaca do'a ini;
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لي ذَنْبِي، وَوَسِّعِ لي فِي داري، وَبارِكْ لي في رِزْقِي
  Ya Allah ampunilah dosaku, luaskanlah rumahku, dan berkatilah rezekiku.
Do'a ini berdasarkan pada keterngan hadits di bawah ini;
وقد روى النسائي وصاحبه ابن السني في كتابيهما " عمل اليوم والليلة " بإسناد صحيح عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه قال: أتيتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم بوضوء، فتوضأ، فسمعته يدعو ويقول: " اللَّهُمَّ اغْفِرْ لي ذَنْبِي، وَوَسِّعِ لي فِي داري، وَبارِكْ لي في رِزْقِي " فقلتُ: يا نبيّ الله سمعتك تدعو بكذا وكذا، قال: " وَهَلْ تركن من شئ؟ " ترجم ابن السني لهذا الحديث باب ما يقول بين ظهراني وضوئه وأما النسائي فأدخله في باب: ما يقول بعد فراغه من وضوئه، وكلاهما محتمل 
 
Nah ini dia do'a-doa yang bisa disunahkan untuk dibaca saat berwudhu dan mandi wajib.


2 komentar: