Home » » Bacaan Do'a Iftitah Lengkap

Bacaan Do'a Iftitah Lengkap

Do'a iftitah adalah do'a yang dibaca setelah kita melakukan takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah. Hukumnya sunah dan sebisa mungkin harus dibaca. Sangat tidak disukai bila kita sengaja meninggalkannya sementara tidak ada halangan untuk meninggalkannya.

Membaca do'a iftitah tidak usah keras-keras. Ukurannya cukup terdengar oleh diri sendiri. Jangan sampai bacaan do'a iftitah kita malah mengganggu konsentrasi sahabat kita yang shalat di samping kiri dan kanan kita.

Baca Juga:
 
Bacaan Do'a Iftitah Lengkap
Bacaan Do'a Iftitah Lengkap

Bagi imam disarankan untuk berdo'a dengan menggunakan redaksi do'a yang tidak terlampau panjang. Makmum sendiri harus menghentikan bahkan meninggalkan bacaan do'a iftitah bila imam telah membaca Al-Fatihah, apalagi bila imam sudah hendak ruku.

Karena pentingnya do'a iftitah ini dilihat dari sisi kesunahan dan maknanya, maka setiap muslim seharusnya berupaya menghapalkan beragam versi do'a iftitah dan membacanya secara bergianti-ganti. Ahlul ilmi mengatakan bahwa redaksi do'a iftitah yang beragam itu tidak dianjurkan sekaligus dibaca dalam satu shalat. Namun boleh membacanya secara bergilir.

Telah diketahui bahwa ada banyak versi dan redaksi do'a iftitah. Dalam kesempatan ini kami akan menuliskan sebagian kecil saja. Kami akan menuliskan yang populer di masyarakat Indonesia.

Bacaan Do'a Iftitah Populer


Pertama

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْن

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.

Artinya
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim)

Kedua

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

Artinya:

“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin”

Itulah dua redaksi do'a iftitah yang sangat populer di kalangan masyarakat muslim Indonesia. Alangkah baiknya bila kita bisa membacanya secara bergantian. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menutupi kekurangan kita amin.

Semoga Allah menunjukkan kita untuk selalu istiqamah. Amin

0 komentar:

Post a Comment